Minggu, 10 September 2017

Nilai-Nilai Kearifan Lokal dan Modal Sosial dalam Pemberdayaan Masyarakat Suku Moi


Nilai-Nilai Kearifan Lokal dan Modal Sosial dalam Pemberdayaan Masyarakat Suku Moi  oleh Dr. H. Hermanto Suaib, M.M. Co-author: Prof. Dr. Budi Siswanto, M.Si. ISBN: 978-602-6510-54-9 dapat diunduh di An1mage Store, Play Store, dan Google BookBuku ini ditulis dari hasil penelitian tentang nilai nilai pemberdayaan masyarakat lokal pada suku Moi di Kota Sorong. Suku Moi merupakan pemilik ulayat Kota Sorong tetapi miskin atau termarginalkan, baik dalam bidang pendidikan maupun peluang untuk terlibat di eksekutif dan legislatif.  Kesenjangan sosial antara masyarakat pendatang dengan penduduk asli Kota Sorong mengakibatkan konflik dan membatasi partsipasi seluruh lapisan masyarakat dalam pembangunan.

Di sisi lain, masyarakat Moi memiliki nilai nilai kearifan lokal dan modal sosial yaitu nilai-nilai dalam sikap, perilaku dan tindakan serta tradisi – budaya yang dapat menjadi penggerak pemberdayaan di berbagai bidang kehidupan khususnya bidang ekonomi. Masyarakat Moi juga terbuka terhadap nilai nilai dari luar komunitasnya menyebabkan terjadinya perubahan sosial dalam berbagai aspek kehidupan.

Hal ini dapat memupus pandangan bahwa orang Papua sebagai the second class yang telah menciptakan kultur tidak seimbang dalam interaksi antara penduduk asli dan pendatang.  Untuk itu, pengelolaan sumber daya manusia suku Moi merupakan kerja sama multistakeholder. Artinya pengelolaan sumber daya manusia suku Moi dilakukan dalam jaringan lembaga masyarakat adat, pendidikan formal, kelompok usaha dan lingkungan masyarakat. 

Koordinasi dan sinergi diantara stakeholder secara kontinyu dan partisipatif dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat suku Moiberdasarkan nilai nilai budaya Moi sebagai kearifan lokal maupun modal sosial, merupakan kunci keberhasilan program program pemberdayaan masyarakat suku Moi di kota sorong.